This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 30 Juni 2013

Hari Raya Rasulullah SAW bersama "Anak Yatim"

Fajar 1 syawal menyinsing, menandai berakhirnya bulan Ramadhan bulan penuh kemuliaan. Senyum kemenangan terukir di wajah-wajah perindu Ramadhan, sambil berharap kembali meniti Ramadhan di tahun depan. Satu persatu  kaki-kaki melangkah menuju tanah lapang, menyeru nama ALLAH lewat Takbir. Hingga langit pun bersaksi,di hari itu segenap mata tak kuasa membendung air mata keharuan saat berlebaran. 
Sementara itu Rasulullah SAW, seperti biasa mengunjungi rumah demi rumah untuk mendo'akan kaum muslimin agar merasa bahagia pada hari raya itu. Semua terlihat bergembira dan bahagia terutama anak-anak mereka bermain sambil berlarian kesana kemari dengan penuh kegembiraan dengan menggunakan pakaian serba baru, tak jauh dari Rosulullah tampaklah ada seorang anak yang sedang bermurung diri dan bersedih disaat anak-anak lain bergembira, penampilan anak itu sangat lusuh sekali dengan mengenakan pakaian tambalan dan sepatu yang sudah usang. Kemudian Rasulullah menghapiri anak tersebut sambil bertanya dengan suara lembutnya "anakku, mengapa kamu menangis? hari ini adalah hari raya bukan?" 
Sambil menutup wajahnya anak itu menjawab pertanyaan Rosulullah dengan tanpa berani menatap siapa yang bertanya diantara isak tangisnya, dia pun bercerita "pada hari raya yang suci ini semua anak menginginkan agar dapat merayakan bersama orang tuanya dengan berbahagia, anak-anak bermain dengan riang gembira, aku lalu teringat ayahku, itu sebabnya aku menangis. Ketika itu hari raya terakhir ku bersama ayah, ia membelikanku gaun berwarna hijau dan sepatu baru, waktu itu aku sangat berbahagia. Lalu suatu hari ayahku pergi berperang bersama Rosulullah dan dia pun mendapatkan syahidnya sehingga sekarang aku menjadi yatim, jika aku tidak menangis untuknya, lalu siapa lagi?"
Setelah mendengar cerita anak itu Rasulullah SAW seketika itu hatinya diliputi kesedihan yang mendalam, kemudian dia membelai kepala anak itu sambil berkata "anakku, hapuslah air matamu...angkatlah kepalamu dan dengarkanlah apa yang ingin kukatakan kepadamu...apakah kamu ingin agar aku menjadi ayahmy?...dan apakah kamu ingin Fatimah menjadi kakak perempuanmu....dan Aisyah menjadi ibumu....bagaimana pendapatmu tentang usul dariku ini?" begitu mendengar perkataan Rasulullah berhentilah tangisnya, ia merasa takjub pada orang yang ada di depannya. Masya ALLAH! Benar, ia adalah Rasulullah SAW. Anak itu sangat tertarik terhadap tawaran Rasulullah, namun entah kenapa dia tak bisa berkata apa-apa, ia hanya menganggukan kepala tanda setuju atas tawaran Rasulullah.
Anak yatim itu pun dibawa Rasulullah kerumahnya, sesampai dirumah Rasulullah membersihkannya, memakaikan  padanya gaun yang indah  dan diberi makanan  juga uang saku untuk hari raya, kemudian diantarnya anak itu keluar rumah, agar dapat bermain bersama anak-anak yang lainnya.
Anak-anak yang lain merasa iri terhadapnya dan mereka merasa heran dan bertanya kepada anak tersebut "gadis kecil, apa yang telah terjadi? mengapa kamu terlihat bergembira sekali? sambil menunjukan gaun barunya dan uang dia pun menjawab "akhirnya aku memiliki seorang ayah! didunia ini, tidak ada yang bisa menandinginya! siapa yang tidak berbahagia memiliki ayah seperti Rasulullah SAW, manusia yang mulia.  Aku juga memiliki seorang ibu namanya Aisyah, yang hatinnya begitu mulia, dan seorang kakak perempuan yang bernama Fatimah. Ia menyisir rambutku dan memakaikan gaun yang indah ini. Aku merasa sangat berbahagia sekali, dan rasanya ingin sekali aku memeluk dunia berserta isinya."
Rasulullah bersabda : "siapa yang memakaikan seorang anak  pakaian yang indah dan mendandaninya pada hari raya, maka ALLAH SWT, akan mendandani /menghiasinya pada hari kiamat. ALLAH SWT mencintai terutama setiap rumah, yang didalamnya memelihara anak yatim dan banyak membagi-bagikan hadiah. Barang siapa yang memelihara anak yatim dan melindunginya, maka ia akan bersamaku di Surga." ( sumber : dari berbagai artikel )
FIRMAN ALLAH SWT TENTANG ANAK YATIM:
“Dan berbuat baiklah kepada ibu bapak dan kaum kerabat serta anak-anak yatim dan orang-orang miskin.” (QS Al Baqoroh,2:83)
“Dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak-anak yatim dan orang-orang miskin.” (Al Baqoroh,2:177)
“Katakanlah, “Apa saja harta benda (yang halal) yang kamu infakkan, maka berikanlah kepada ibu bapak, kaum kerabat dan anak-anak yatim.” (QS Al Baqoroh,2:215)
“Dan mereka bertanya kepadamu mengenai anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan anak-anak yatim itu amat baik bagimu.” (QS Al Baqoroh,2:220)
“Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang telah baligh) harta-harta mereka.” (QS An Nisaa,4:2)
“Dan jika kamu takut tidak dapat berlaku adil terhadap perempuan-perempuan yatim (bila kamu menikahi mereka), maka nikahilah dua, tiga atau empat…” (QS An Nisaa,4:31)
“Dan ujilah anak-anak yatim itu (sebelum baligh) sehingga mereka cukup umur (dewasa). Kemudian jika kamu melihat keadaan mereka (tanda-tanda yang menunjukkan bahwa mereka telah berfikir matang dan mampu menjaga hartanya) maka serahkanlah kepada mereka hartanya. Janganlah kamu makan harta anak-anak yatim secara melampaui batas dan secara terburu-buru (merebut kesempatan) sebelum mereka dewasa.” (QS An Nisa,6)
“Dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dan kaum kerabat dan anak-anak yatim.” (QS An Nisaa,4:127)
“Dan apa yang selalu dibacakan kepadamu dalam kitab ini mengenai perempuan-perempuan yatim…” (QS An Nisaa,4:6)
“Dan (kamupun diwajibkan) supaya mengurus (hak dan keperluan) anak-anak yatim dengan adil.” (QS An Nisaa,4:127)
“Dan janganlah kamu hampiri harta anak yatim melainkan dengan cara yang baik (untuk menjaganya)….” (QS Al An’am,6:521)
“Dan janganlah kamu menghampiri harta anak yatim melainkan dengan cara yang baik…” (QS Al Isro,17:34)
“Mereka juga memberi makan dengan makanan yang dibutuhkan dan disukainya kepada orang miskin dan anak yatim serta tawanan.” QS Ad Dahr,76:8)
“Tidak sekali-kali, bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim.” (QS Al Fajr,89:17)
“Atau memberi makan pada hari kelaparan terhadap anak-anak yatim dari kaum kerabat.” (QS Al Balad,90:14-15)
“Bukankah DIA dapati engkau dalam keadaan yatim, lalu DIA melindungi.” (QS Ad Dhuha,93:6)
“Maka adapun terhadap anak yatim, maka janganlah engkau hinakan.” (QS Ad Dhuha,93:9)
Persoalan anak yatim adalah persoalan yang sangat besar dan setiap orang bertanggungjawab untuk ‘menjaga’ mereka, harta mereka dengan hati-hati dan menyampaikan faidah dari harta anak yatim itu kepada mereka dan menjauhkan diri agar tidak memakan harta anak yatim. Bila hendak mengawini perempuan yatim, jangan sampai mengurangi mas kawinnya.
Rosululloh saw. bersabda, “Aku dan penjaga anak yatim akan berada di dalam Jannah yang berdekatan seperti dekatnya jari tengah dan jari telunjuk.”
Rosululloh saw. mengisyaratkan bahwa jari tengah lebih tinggi dari jari telunjuk, maksudnya adalah karena kenabian, kedudukan beliau saw. lebih tinggi dari orang lain, tetapi ‘penjaga’ anak yatim dan penjaga harta mereka akan berada berdekatan dengan beliau saw.
Rosululloh saw. bersabda, “Barangsiapa meletakkan tangannya di atas kepala anak yatim dengan penuh kasih sayang, maka untuk setiap helai rambut yang disentuhnya akan memperoleh satu pahala, dan barangsiapa berbuat baik terhadap anak yatim, dia akan bersamaku di Jannah seperti dua jari ini.” Ketika mensabdakan hadits ini Rosululloh saw. berisyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya.
Diterangkan dalam sebuah hadits bahwa pada hari hisab ada sebagian orang yang dibangkitkan dalam keadaan api dinyalakan di mulut mereka. Mendengar hal ini sebagian sahabat r.a. bertanya, “Ya Rosululloh, siapakah mereka ini?” Rosululloh saw. menjawab dengan membaca ayat al Qur-an surat An Nisaa,4:10 “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zhalim, sesungguhnya ia memasukkan api ke dalam perutnya. Dan mereka akan memasuki api yang menyala-nyala (neraka).”
Pada malam Isro Mi’raj, Rosululloh menemui suatu kaum yang bibir mereka besar seperti unta. Beberapa Malaikat dengan kasar membuka mulut mereka dan memasukkan batu-batu berapi yang besar ke dalamnya. Api itu masuk melalui mulut-mulut mereka dan keluar melalui dubur mereka, mereka menjerit dan menangis karena kesakitan. Rosululloh menanyakan ini kepada Jibril a.s., “Siapakah mereka itu?” Jibril a.s. menjawab”Merekalah orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zhalim. Kini mereka memakan api.”